Jumat, 15 Maret 2013

conditional sentence

Kamu sering menghayalkan, kan? Juga pasti sering mengandai-andai, iya kan? Nah menghayal atau mengandai-andai itu dikatakan sebagai conditional sentence. Dalam bahsa inggris conditional sentence dibagi menjadi 3 macam: future possible condition (keadaan yang mungkin bisa terjadi di masa mendatang), present unreal condition (keadaan yang tidak mungkin /tidak  nyata sekarang ini), dan past unreal condition (keadaan yang tidak riil/ tidak nyata di  masa lampau).
Ke tiga macam di atas bisanya disebut type 1, type 2, dan type 3.  Untuk type 1 biasa juga dipanggil kalimat bersyarat. Contoh: jika tidak hujan, saya akan pergi main futsal sore nanti. Nah dalam contoh kalimat

pengandaian (conditional sentence) ini ada syaratnya. Syaratnya yaitu jika tidak hujan. Sementara untuk type 1 dan type 2 itu dikatakan sebagai kalimat pengandaian yang tidak sesuai kenyataan atau tidak sesuai dengan fakta, bahasa sehari-harinya disebut menghayal. Contoh:
·    Jika saja saya punya sayap. (faktanya: saya tidak punya sayap).
·    Saya berharap kamu sekarang berada di sampingku. (kenyataanya: kamu tidak berada di sampingku sekarang).
·  Jika saja saya punya uang cukup, saya pasti sudah membeli mobil itu. (faktanya: saya tidak mempunyai uang yang cukup, dan saya tidak tidak/belum membeli mobil itu).
Nah contoh di atas termasuk dalam type 2 dan type 3. Terus perbedaannya apa donk? Mau tahu? Penasaran ya? ^_^ kalau penasaran artinya bagus hehehehe.... Ntar ya dijelasin di bawah. Sabar ya1 ^_^. Keep smiling J. Sekarang kita menjelaskan ke tiga type di atas one by one.

1.     Conditional Sentence Type 1
Rumus:
IF + S + VERB (PRESENT) , S + VERB (PRESENT)
Atau
IF + S + VERB (PRESENT) , S + WILL + VERB

Contoh:

a.    If I don’t eat breakfast, I always get hungry during class.
b.    If I have the money tomorrow, we can go for movies.
c.    If I have time, I will go.
d.    If I have a job, I will marry her.
e.    If anyone calls, please take a message.
f.     If anyone should call, please take a message.
g.    Provided you won’t call on me to sing, I will come.
h.    Providing you won’t call on me to sing, I will come.
i.      In case Tome comes, we will buy some more food.

Pada contoh kalimat (e) dan (f), ke duanya mempunyai makna yang tidak jauh berbeda. Bedanya kalimat yang ditambahkan kata should (f) maknanya kurang yakin dibanding pada kalimat (e). Untuk kata provided, providing, dan kata in case mempunyai fungsi yang sama dengan kata if. Bedanya yaitu dari segi makna. If: jika; provided/providing: asal saja/asalkan: mungkin Tome akan datang.
Note: jika kata if berada di tengah kalimat maka tidak ada koma di antara ke duanya. Contoh:
·      If I see him, I will give him a peace of my mind. (pakai koma)
·      I will give him a peace of my mind if I see him. (tanpa koma)


2.     Conditional Sentence Type 2
Type ke dua disebut present unreal condition (keadaan yang tidak sesuai kenyataan saat ini). Type ini digunakan untuk mengandaikan sesuatu yang bertentangan atau tidak sesuai  dengan keadaan sekarang. Kata if diartikan seandainya atau jika saja.
Rumus:
IF + S + VERB (PAST), S + VERB (PAST)
Atau
IF + S + VERB (PAST), S + WOULD + VERB

Contoh:
a.    If it were a holiday, we could go. (faktanya: it is not a holiday, and we cannot go).
b.    I could fly if I were a bird. (faktanya: i am not a bird, so i cannot fly).
c.    I would buy a car if I were rich. (faktanya: i am not rich).
d.    I would marry her if she loved me. (faktanya: she doesn’t love me).
e.    If I were a president, I would go around the world. (faktanya: I am not a president).
f.     I would be so happy if she became my girlfriend. (faktanya: she is not my girlfriend).

Note: kita tidak memakai kata was tapi kata were baik untuk subject tunggal maupun jamak.


3.     Conditional Sentence Type 3
Type ke tiga disebut past unreal condition (keadaan yang tidak nyata di masa lampau). Type ke dua ini digunakan untuk mengandaikan sesuatu yang bertentangan atau tidak sesuai dengan kenyataan di masa lampau. Kata if juga diartikan jika saja atau seandainya.
Rumus:
IF + S + HAD + VERB III, S + HAD + VERB III
Atau
IF + S + HAD + VERB III, S + WOULD + HAVE + VERB III

Contoh:
a.    If I had studied hard, I would have passed the exam. (faktanya: I failed the exam).
b.    If I had known the truth, I would have told you. (I didn’t know the truth).
c.    If the Dutch had not colonized us, Indonesia would have been a reach country. (faktanya: the Dutch colonized us).
d.    If I had seen the movie, I would have told you. (faktanya: I didn’t see the movie).


Finish! Gimana? Udah mengerti kan mengenai conditional sentence? ^_^
Eh.... Jangan keluar dulu masih ada tambahan nhe TERNYATA DALAM KALIMAT PENGANDAIAN KATA IF KADANG DIHILANGKAN TAPI MAKNA TETAP SAMA. Mau tahu? Let’s see the following example! Oh iya, pola ini biasa disebut Inversion (pembalikan).
Contoh:

a.    If I were you, I wouldn’t do that menjadi Were I you, I wouldn’t do that.
b.    If I had known, I would have told you menjadi Had i known, i would have told you.
c.  If anyone should call, please take a message menjadi Should anyone call, please take a message.

Note: yang bisa di inversi hanya kalimat yang berisi kata were, had, dan should. Nah dah mengerti, kan? ^_^


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar